Di antara orang-orang yang doanya mustajab ialah seperti beikut :
[1] Doa Seorang Muslim Terhadap Saudaranya Dari Tempat yang Jauh.
Dari Abu Darda' bahwa dia berkata bahawasanya Nabi S.AW.W bersabda.Maksudnya: Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : "Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan".[Shahih Muslim, kitab Doa wa Dikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib]
.[2] Orang yang Memperbanyak Berdoa Pada Saat Lapang dan Bahagia.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahAwasanya Rasulullah S.A.W bersabda: Maksudnya:Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang. [Sunan At-Tarmidzi, kitab Da'awaat bab Da'watil Muslim Mustajabah. Hakim dalam Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam Dzahabi. Dan di hasankan oleh Al-Albani)
[3] Orang Yang Teraniaya
Dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu 'anhu bahawasanya Rasulullah S.A.W bersabda: Maksudnya: Takutlah kepada doa orang-orang yang teraninyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)[Shahih Muslim, kitab Iman].
[4] Doa Ibu Bapa Terhadap Anaknya dan Doa Seorang Musafir
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah S.A.W bersabda: Maksudnya: 3 orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya;doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya[Sunan Abu Daud, kitab Solat bab Do'a bi Dhahril Ghaib Sunan At-Tarmizi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99. Sunan Ibnu Majah, kitab Doa dan Musnad Ahmad Dihasankan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah]
[5] Doa Orang Yang Sedang Puasa
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahawa dia berkata bahwasanya Rasulullah SA.W bersabda: Maksudnya : 3 doa yang tidak ditolak ; doa orang tua terhadap anaknya ; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir". [Sunan Baihaqi, kitab Solat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa' Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah].
(6) Doa Orang Dalam Keadaan Terdesak
Allah berfirman:Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang menderita apabila dia berdoa kepadaNya dan yang menghapuskan kesusahan, serta menjadikan kamu pengganti (umat-umat yang telah lalu) mendiami dan menguasai bumi? Adakah sebarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? Amat sedikit di antara kamu yang mengingati (nikmat Allah itu).. (An-Naml : 62)
Bilakah waktu yang mustajab untuk berdoa?
1) Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya. Allah SWT berfirman:
Rasulullah SAW bersabda: “Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit yang terendah,aitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman : Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
.2) Waktu antara azan dan iqamah, saat menunggu solat berjemaah.
Ketentuan waktu ini berdasarkan hadith Anas bin Malik RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:“Doa itu tidak ditolak antara azan dan iqamah, maka berdoalah!” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan menurut Al-Arnauth dalam Jami’ul Ushul)
.3. Pada waktu sujud.
Iaitu sujud dalam solat atau sujud-sujud lain yang diajarkan Islam. Seperti sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi. Dalilnya adalah hadith Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:“Keberadaan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)
.4. Setelah solat fardhu. Iaitu setelah melaksanakan solat-solat wajib yang 5 waktu, termasuk sehabis solat Jumat.
Hadith Umamah Al-Bahili, ia berkata : “Rasulullah SAW ditanya tentang doa apa yang paling didengar (oleh Allah), maka beliau bersabda: “Tengah malam terakhir dan setelah solat-solat yang diwajibkan.” (HR. At-Tarmidzi, ia berkata: hadis ini hasan).
5. Pada waktu-waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti bila.
Iaitu sesaat di setiap malam dan sesaat setiap hari Jum’at. Hal ini berdasarkan hadist Jabir RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:“Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada seorang muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti memberi kepadanya.” (HR. Muslim).
No comments:
Post a Comment