Sunday, 10 July 2011

Iman Siapa Menakjubkan?

Kudengar kau berkata, “Menurut kalian, siapakah makhluk yang paling menakjubkan iman nya?” Kami jawab serempak, “Malaikat, ya Rasulallah.” “Bagaimana mereka tak beriman , padahal mereka berada di samping Tuhan mereka?” jawabmu.“Kalau begitu para nabi, ya Rasulallah.” “Bagaimana mereka tidak beriman , bukankah wahyu turun kepada mereka?” “Kalau begitu kami, sahabat2 mu, ya Rasulallah.”“Bagaimana kalian tidak beriman padaku padahal aku berada di tengah2 kalian? Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman ? Mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan.”

Aku tahu, ya Rasulallah, kami telah saksikan mukjizatmu. Kulihat wajahmu yang bersinar, kulihat air telah mengalir dari celah jemarimu, bagaimana mungkin kami tidak beriman kepadamu. Kalau begitu siapa ya Rasulallah, orang yang kau sebut paling menakjubkan iman nya?

Langit Madinah bening, bumi Madinah hening. Kami termangu. Ah, gerangan siapa mereka itu? Siapa yang kau puji itu, ya Rasulallah? Kutahan nafasku, kucurahkan perhatianku. Dan bibirmu yang mulia mulai bergerak, “Orang yang paling menakjubkan i mannya adalah kaum yang datang sesudahku. Yang ber man kepadaku, padahal mereka tidak pernah melihat dan berjumpa denganku. Yang paling menakjubkan imannya adalah orang yang datang setelah aku tiada. Yang membenarkan aku padahal mereka tidak pernah melihatku. Mereka adalah saudara-saudaraku.”

Kami terkejut. “Ya Rasulallah, bukankah kami saudaramu juga?” Kau menjawab, “Benar, kalian adalah para sahabatku. Adapun saudaraku adalah mereka yang hidup setelah aku.

Iaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.   (Al-Baqarah:3)

Kau diam sejenak ya Rasulallah. Langit Madinah bening, bumi Madinah hening. Kudengar kau berkata, “Alangkah rindunya aku berjumpa dengan saudara-saudaraku. Alangkah beruntungnya bila aku dapat bertemu dengan saudara-saudaraku.”

Suaramu parau dan butiran air mata tergenang di sudut matamu. Kau ingin berjumpa dengan mereka, ya Rasulallah. Kau rindukan mereka, ya Nabiyallah. Kau dambakan mereka, ya Habibullah.. . .

Wahai Rasulullah, kau ingin bertemu dengan mereka yang tak pernah dijumpaimu, mereka yang bibirnya selalu bergetar menggumamkan shalawat untukmu. Kau ingin datang memeluk mereka, memuaskan kerinduanmu. Kau akan datang kepada mereka yang mengunjungimu dengan shalawat. Masih kuingat sabdamu, “Barangsiapa yang datang kepadaku, aku akan memberinya syafaat di hari kiamat.”

 Wahai yang mulia di sisi Allah, berikanlah syafaat kepada kami di sisi Allah… layakkah diri ini mendapat penghormatan itu… .  Wallahu a'lam.

No comments:

Post a Comment